Kesuksesan Facebook, Tenggelamnya Friendster

By atika

Sampai saat ini, fenomone situs jejaring social begitu populer digunakan banyak kalangan.  Facebook, situs jejaring social yang didirikan oleh Mark Zuckerberg telah mendominasi di antara situs pertemanan dunia.  Di Indonesia, situs ini telah marak pada tahun belakangan ini bahkan mengalahkan friendster.  Kita tentu masih ingat sebelum facebook mendominasi pengguna situs jejaring social bahwa friendster adalah situs yang sangat popular kala itu.  Sekarang, rupanya frinedster telah tenggelam dengan sendirinya.  Sangat jarang seseorang menanyakan akunnya di friendster.  Media masa pun lebih banyak menyoroti kesuksesan.

Bukti dari kesuksesan Facebook adalah, situs ini menempati peringkat kedua sebagai top sites versi alexa.com untuk skala global.  Jauh meninggalkan Friendster yang bahkan tidak masuk 20 daftar top sites dunia.  Sementara untuk skala nasional di Indonesia sendiri, Facebook bahkan menempati peringkat pertama.  Friendster ada di peringkat sepuluh.

Ada banyak hal yang membedakan Facebook dengan Friendster.  Perbedaan ini,terutama dari sisi kelebihan, telah menyebabkan meroketnya popularitas Facebook sebagai situs jejaring social nomor satu di dunia.  Berikut adalah beberapa perbedaan kedua situs tersebut.

Fitur yang ditawarkan

Ada beberapa keunggulan fitur yang ditawarkan Facebook dibanding Friendster yaitu FB memiliki lebih banyak aplikasi menarik, misalnya quiz, game, chatting, penanda seseorang online, wall.

Quiz di facebook dapat dibuat oleh pengguna sendiri.  Hal ini membuat quiz lebih user friendly dengan kelompok social di suatu kawasan tertentu karena quiz tersebut dibuat untuk kepentingan dalam satu jaringan sama.  Pengguna yang telah mengikuti quiz pun dapat langsung menerbitkan hasil di wallnya sehingga dapat dilihat oleh teman-temannya.  Dari hal ini dapat disimpulkan jika FB lebih interaktif dan lebih menyesuaikan kebutuhan penggunanya.  Jadilah FB sebagai ajang untuk pemberitaan update pengguna terhadap kawan-kawannya.  FB dapat lebih mempersonalisasi diri para penggunanya.  Berbeda dengan Friendster yang tidak seinteraktif itu.  Untuk memberikan comment kepada seseorang yang muncul dalam profil pengguna, pengguna harus bersusah payah memasuki halaman profil si pemberi comment.  Sungguh sangat tidak praktis!

Apabila pengguna FS membuka akunnya, halaman yang ia pertama kali dapatkan adalah Home FSnya yang berisi pemberitahuan aktifitas terakhir yang dilakukan temannya.  Ia hanya dapat membacanya tanpa dapat memberikan feedback apapun.  Selain itu, notifikasi lainnya adalah adanya comment masuk, friends requests, messages.  Itu adalah halaman utama untuk mengkonfigurasi tampilan profil pengguna FS.  Tidak cukup interaktif untuk berkomunikasi langsung dengan teman.  Memang, FS memiliki beberapa tawaran fitur-fitur tambahan y g memang tidak secara default telah terinstal.  Lagipula, fitur-fitur ini (missal, photos slide show—lupa namanya) notabene hanya dilihat oleh para visitor profil si pengguna.  Jelaslah bahwa fitur FB jauh lebih interaktif dan menyesuaikan kebutuhan pengguna.

Secara layout, friendster memang tampil lebih baik dan menarik.  Halaman profil di friendster seperti sebuah halaman personal milik pribadi yang merepresentasikan seseorang dari comment yang masuk, ‘About me’, dan lain sebagainya.  Pengguna dapat membuat tampilan layout profil yang wah dengan tambahan aplikasi video dalam profilnya dengan friendsternya.  Akantetapi, sayang, koneksi internet yang lambat dapat mengakibatkan tunda yang cukup menjemukan untuk menatap lekat seluruh halaman profil seorang pengguna friendster.

Sifat Privat suatu Akun dalam Situs Jejaring Sosial

Sifat privat suatu akun pada Facebook ditunjukkan dengan seorang pengguna tidak dapat membaca informasi mendetail pengguna ain yang belum menjadi temannya di Facebook.  Berbeda dengan FS, selama seorang pengguna tidak memprivat halaman profilnya maka seluruh pengguna FS dapat melihat profil lengkapnya.  Hal lainnya adalah untuk dapat mengkoleksi foto pengguna akun FB, seseorang harus ada dalam daftar temannya.

Sebenarnya masih banyak lagi perbedaan yang dapat dibahas antara Facebook dan Friendster, seperti sekuritas system jejaring social.  Saya sendiri selama ini belum merasakan system sekuritas yang buruk dari Facebook.  Hanya saja memang yang saya ketahui,  semua informasi yang kita berikan ke Facebook dapat dimanfaatkan sesuai keperluan Facebook.  Sementara, berdasarkan pengalaman saya selama menggunakan Friendster, saya telah mendapati bahwa sekuritas di dalam sistemnya cukup payah.  Saya harus rela akun saya digunakan oleh orang aneh untuk mengirim surat berisi link situs porno.  Hmmfh, mengesalkan!  Tapi, untungnya teman saya masih berhusnuzhon pada saya.  Thxs ^^.

Sedikit perbedaan antara kedua situs jejaring social tersebut saya kira telah mampu membuktikan kenapa sebagian besar orang lebih aktif di akun Facebooknya, dan mulai meniggalkan Friendsternya.   Akantetapi, dibalik meroketnya situs jejaring Facebook, akankah suatu saat nanti posisinya akan tergantikan oleh suatu situs jejaring yang lebih mampu mempersonalisasi penggunanya, lebih interaktif, lebih terjaga sekuritasnya, lebih mengedepankan kemajuan dari sisi multimedia pula?  Akankah suatu saat Facebook akan mengalami nasib yang serupa dengan friendster saat ini?  bisa saja suatu saat nanti akan ada situs jejaring sosial yang aplikasinya jauh di atas Facebook, memungkinkan penggunanya berbentuk avatar 3D yang rupawan seperti tampilan aktor di game 3D terkini.  Sang avatar pengguna ini bisa berjalan melenggang di tengah kota, tentu saja kota virtual di dunia maya.  Dengan penetrasi internet yang semakin luas dan bandwidth semakin lebar, meluasnya situs jejaring seperti itu yang terdengar aduhai canggih namum berat di bandwidth mungkin saja terjadi.  Jadi akun seseorang dapat direpresentasikan dengan lebih personal.  Di dunia luar yang memiliki bandwidth lebar (missal, Korea Selatan), situs jejaring ini telah digunakan (secondlife.com).  Sayang, hal semacam ini agaknya masih jauh dari Negara-negara berbandwidth terbatas seperti Indonesia.  ^o^

Roda itu berputar kadang di atas…

atau di bawah…

“Dan Sesungguhnya hari Kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)”(QS. 93:4)