Assalamu’alaikum wr wb…  Tulisan saya kali ini cukup panjang jadi mohon bersabar…:D

Selamat membaca….

Tugas Data warehouse dan data mining pekan ini cukup unik, yaitu menganalisis file-file di komputer untuk menyimpulkan karakter atau pribadi seseorang.  Untuk mudahnya saja, komputer yang akan saya kuak adalah laptop Axioo saya dan dari sana saya akan menggali siapa saya di masa-masa lalu berdasarkan file-file yang saya simpan.

Sebelum mulai menguak lebih dalam, laptop saya ini berkapasitas seadanya yaitu ukuran harddisk 80GB.  Tidak terlalu besar memang tapi cukup untuk keperluan biasa sayangnya keperluan saya bukan keperluan biasa (hehe).  Banyak hal yang saya lakukan dengan laptop ini sehingga (seperti tulisan saya sebelumya) sering saya temui bahwa saya perlu menghapus beberapa file atau aplikasi untuk  membuat kinerja laptop lebih oke.

Selanjutnya, saya akan menganalisis isi dari computer saya.  Jadi, mohon tunggu sebentar…

……(loading ceritanya)

Setelah proses analisis yang melelahkan, akhirnya saya telah berhasil menguak file-file yang telah lama tak tersentuh di dasar penyimpanan laptop.  Saya akan memulainya untuk tiap drive partisi.

  1. Partisi C

Seperti pada tulisan sebelumnya, partisi C berisi file sistem dan instalan program aplikasi.  Selain itu, yang paling penting adalah folder saya ada dalam partisi ini tepatnya di folder MyDocuments.  Harus saya akui hierarki folder atika ini cukup bertingkat.  Hal ini terpaksa saya lakukan karena laptop ini selain saya gunakan juga kadang digunakan oleh adik saya.  Saya perlu membuat folder terpisah dalam MyDocuments untuk memisahkan file-file saya dengan file-file lain milik adik saya.

Selanjutnya, saya akan lebih focus masuk ke dalam folder atika ini.  let’s see inside…  jumlah total keseluruhan file dalam folder ini adalah 29.596 file.  Lumayan banyak juga.  dengan jumlah file sebanyak itu, folder ini telah memakan memori sebesar 3,07 GB.  File yang mendominasi adalah file-file referensi kuliah yang saya dapat dari internet ataupun dari copas file milik teman.  Tapi, sebagian besar saya dapat dari internet.  File-file yang sifatnya hiburan dapat dikatakan cukup sedikit di folder ini.  saya memiliki dua folder yang bersifat hiburan, yaitu uta dan pictures&designs.  Di dalam folder uta terdapat koleksi mp3 nasheed maupun lagu-lagu pop yang jumlahnya cukup terbatas.  Bukan berarti saya tidak banyak mendengar musik, saya senang mendengarkan radio.  Hanya saja saya baru akan mencari musik tersebut bila saya benar-benar menyukainya.  Untuk yang satu ini saya mendapatkannya via download (hehe..).  Itu adalah cara terpraktis dan terzuhud.  Lagipula, saya juga tidak sering-sering mendownloadnya.  Sedangkan, di dalam folder pictures&designs terdapat banyak foto-foto beresolusi besar hasil dari searching di internet, desain vektor, dan gambar-gambar lainnya.

Hanya dua folder saja yang sifatnya hiburan, sisanya adalah folder-folder kuliah dan webpages dari internet.

Di folder atika ini, secara kasar dapat saya simpulkan bahwa 85% lebih file-file saya adalah file yang lebih bersifat kuliah, hobi, organisasi, dan peningkatan skill (folder recipe misalnya, he..).  File yang bersifat hiburan cukup sedikit, yaitu di folder UTA (bahasa jepang dari musik atau sebangsanya) dan folder pictures&designs.  Kenapa begitu sedikit file yang bersifat hiburan?  Ya, di folder ini saya tidak mungkin menyimpan file-file film ataupun musik yang terlalu banyak karena folder saya ini ada dalam partisi C yang juga dihuni file sistem dan file installan program.   Jika dalam folder ini, saya juga menyimpan file semacam itu, partisi C saya akan cepat penuh dan saya tidak mungkin menginstall program-program game kesukaan saya(hehe, bukan ding sekarang saya sudah insaf gak main game lagi).  Untuk folder ini, saya mungkin dapat digambarkan seorang mahasiswa yang rajin(*bangga mode ON).

Saya tidak terlalu pusing dalam penamaan folder.  Poin yang saya perhatikan adalah memastikan bahwa folder tersebut mudah ditemukan.  Untuk itu, saya menamai beberapa folder dalam huruf kapital tanpa penyingkatan.  Ini terutama untuk folder-folder penting untuk mengkategorikan file-file saya.  Berangkat dari icon folder default yang sama semua, saya memutuskan untuk mengubah icon folder tersebut.  Tujuannya tidak lain adalah memudahkan saya mencari folder tertentu.  Dari cara saya menamai folder, saya adalah seseoarang yang mudah lupa dan cenderung menyukai kepraktisan.  Saya memang mudah lupa, terbukti dengan telah suksesnya saya menghilangkan beberapa barang berharga.  Mulai dari buku text kopian hasil mesin foto kopi Xerox, sebuah tempat pensil dengan peralatan tulis lengkap plus flash disk plus uang organisasi, KTM, bahkan tanda penitipan barang pun tak luput untuk saya lupakan.  Hal ini membuat saya menyesali sikap saya yang cukup ceroboh ini.  Praktis, saya memang menyukai sesuatu yang praktis.  Saya tidak suka prosedur yang bertele-tele.  Lakukan saja semuanya dengan sederhana dan mudah.

Berbicara mengenai aplikasi yang terinstall di laptop saya, sebagian besar adalah aplikasi-aplikasi standar yang biasa terinstall di computer mana pun, office, aplikasi pengolah gambar, aplikasi multimedia player.  Akantetapi, saya punya lebih dari satu aplikasi untuk satu jenis aplikasi tertentu.  Misalnya untuk office, selain menginstall Microsoft Office, saya juga menginstall Open Office.  Untuk multimedia player saja, saya memiliki lima aplikasi.  Mungkin ini terlalu banyak.  Dan untuk jenis aplikasi lainnya juga seperti itu.  Mengapa saya menginstall lebih dari satu aplikasi untuk jenis aplikasi yagn sama?  Alasan pertama adalah tiap-tiap aplikasi memiliki fitur yagn berbeda.  Saya memerlukan fitur ini untuk menoglah file dengna beragam format.  Misal, saya mendapat file word berformat open office maka saya terpaksa harus menginstall aplikasi open office.  Pada intinya, hanyalah masalah kemudahan semata walaupun memang sangat boros memori.  Dari sini, saya mungkin saja adalah orang yang loyal atau lebih kejamnya boros.

Dari sisi keteraturan, saya harus mengakui saya tidak 100% teratur dalam organisasi file.  Buktinya, saya memiliki begitu banyak folder yang tidak jelas kegunaannya (folder yagn berisi komponen halaman web, flash dsb) dan juga saya memiliki banyak file di luar folder pengkategorian.  Saya memang malas untuk memasukkannnya ke dalam kategori folder tertentu karena saya rasa tidak ada yagn cocok, jumlah file sejenis juga sedikit sehingga bila harus dikategorikan ke folder tertentu akan menyulitkan pencarian.

  1. Partisi D

Inilah folder-folder yang menempati partisi D.

Tiga folder yang paling penting dan paling makan memori adalah folder Music, Video, dan Master.  Seperti nama foldernya, ketiganya saya peruntukkan untuk mp3, film, dan master program.  Total memori yang telah dipakai untuk ketiga folder ini adalah 19,2 GB.  Folder video memakan memori paling banyak yaitu 11,2 GB.  Rata-rata ukuran satu film adalah 1G.  Folder master hanya menempati ukuran 7,62 pada harddisk.  Sementara folder Music hanya menempati 664 MB.

Bagaimana saya mendapatkan file-file film music dan master program.  Ada beberapa sumber, pertama copas dari teman, kedua download dari server ftp, ketiga download dari internet, keempat mendapatkannya dari keeping CD/DVD majalah komputer, kelima copas dari CD/DVD rental.  Untuk file-file film, saya mendapatkannya dari server ftp via download, copas dari teman, dan copy dari CD/DVD rental.  Mayoritas saya dapatkan dari server ftp via download.    File-file film di folder video sudah jauh berkurang, film-film yagn telah saya tonton telah saya hapus dari folder. Yang tertinggal hanya film yang belum ditonton atau film-film yang berkesan.   Folder music berisi mp3 hasil dari copas teman, dari internet sangat terbatas.  File master saya dapat dari internet, copas teman, rental, dan majalah komputer.

  1. Partisi E

Partisi ini adalah partisi tambahan.  Sebelumnya partisi ini masih kosong.  Saat ini partisi ini hampir penuh oleh file-file film yang tidak muat dalam partisi D, musik-musik milik adik saya, dan software TOEFL.  Total ukuran seluruh file dalam partisi ini adalah 25,6 GB, sisanya masih 5,08 GB.  Ukuran file film seluruhnya adalah 13,6 GB, music 828 MB, dan software TOEFL 2,57 GB.

Seluruh drive telah saya bahas.  Pada intinya, frekuensi download file bersifat hiburan dibanding file bersifat akademis lebih tinggi walaupun mungkin kapasitas file hiburan jauh lebih besar.  Pada beberapa semester akhir ini, saya memang

Laptop saya ini telah mengalami perjalanan yang cukup panjang dan menyejarah dalam hidup saya.  Sebelum isinya lumayan ‘ramping’(walaupun sisa memori tinggal sedikit saya masih menyebutnya ramping) seperti sekarang, dulu ia adalah laptop yang saya tidak pedulikan pengorganisasian file dan kapasitas penyimpanannya.  Awal-awal saya memiliki laptop ini, saya install dengan program-program game yang jumlahnya cukup mendominasi.  Sekarang, saya telah sadar bahwa game itu ternyata membosankan apabila seluruh level telah dilahap habis, secanggih apapun game itu.  Kesadaran itu membawa saya untuk menguninstall game itu selain karena program game memakan terlalu banyak memori dan menggunakan terlalu banyak resources laptop (Hehe, trying to be wise :D).

Sekian dan Wassalam.