laptop Laptop saya yang telah berumur hampir dua tahun ini adalah laptop berlayar 14,1” Axioo Centaur NL 818.  Laptop ini berotak intel core duo.  Dengan pesat clocking 1,6 GHz dan kapasitas memori RAM 1 GB.  Dengan pesat clocking dan kapasitas RAM sebesar ini, laptop kadang hang apabila menjalankan beberapa program berat bersamaan yang membutuhkan banyak resources.  Kapasitas memori harddisk drive sebesar 80 GB.  Akhir-akhir ini saya merasakan memori sebesar itu belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan.  Terlebih lagi saya menginstall banyak program aplikasi yang cukup berat.  Selain itu, data yang saya simpan juga cukup banyak, meliputi data video—film, music, images dan designs, serta file-file pdf.  Karena banyaknya data dan terbatasnya kapasitas hardisk laptop, saya sering mendapatkan notifikasi dari windows saat akan menyimpan data baru  jika file yang ada di memori sudah terlalu banyak oleh karena itu beberapa file harus dihapus dari memori.

Banyaknya data dengan beragam formatnya yang tersimpan di dalam computer ternyata sering menimbulkan permasalahan tersendiri seperti yang saya alami.  Oleh karena itu diperlukan suatu pengorganisasian file-file sehingga computer dapat bekerja lebih efisien dan kita sebagai user dapat lebih mudah melakukan searching terhadap data tersebut.

Salah satu cara pengorganisasian adalah dengan mempartisi harddisk.  harddisk dipartisi menjadi tiga partisi, yaitu partisi C, partisi D, dan partisi E.  kapasitas penyimpanan dari tiap-tiap partisi adalah 24,4 GB kecuali partisi E yang memiliki kapasitas partisi mencapai 25,6 GB.  Partisi C berisi file-file system, aplikasi, dan data personal yang tersimpan dalam folder mydocuments.  Sementara untuk partisi D, sebagian besar kapasitas memori dihabiskan oleh file film dan music.  Selain itu, partisi D saya gunakan juga untuk menyimpan master software.  Partisi selanjutnya adalah partisi E.  pada awalnya partisi ini belum begitu sering saya gunakan untuk menyimpan data tetapi kini partisi ini telah berisi file-file film yang tidak muat ditempatkan di partisi D.   selain film, saya juga menyimpan software TOEFL di partisi ini.

Saya menyadari bahwa salah satu masalah saya berkaitan dengan memori computer adalah kinerja computer saya yang menurun.  Hal ini terkait dengan banyaknya data yang saya miliki di laptop dan tidak semua data tersebut sering saya gunakan.  Sejauh ini saya memang banyak memiliki file-file sampah, seperti file-file buangan di Recycle Bin, film-film yang selesai ditonton dan hanya memenuhi memori partisi, file-file music yang tidak banyak didengar dan sudah usang, aplikasi terisntall yang hanya ikut nampang di menu all programs,  halaman-halaman web dari internet yang hampir dilupakan dan tidak pernah dibaca, hingga file-file download-an yang hanya jadi koleksi saja karena belum sempat dibaca atau belum perlu dibaca.  Salah satu usaha yang telah saya lakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menghapus file-file yang benar-benar sampah dari tempat penyimpanannya.  Untuk file-file sampah yang masih bisa ditolerir seperti file film atau music yang mungkin masih akan dimanfaatkan, saya menyimpannya di kepingan CD atau DVD.  Memang agak sedikit repot tetapi cara ini cukup membantu mengurangi   terlalu penuhnya memori.  Cara selanjutnya adalah melakukan uninstall terhadap aplikasi-aplikasi yagn jarang atau bahkan tidak pernah saya gunakan.

Untuk memudahkan retrieval, saya menyimpan file saya berdasar kategori partisi harddisk.  Misal partisi D untuk music, saya akan menyimpan file-file music di partisi D.  lebih lanjut lagi, saya menamai folder-folder sesuai dengan jenis file yang saya simpan di dalamnya.

Saya menyimpan materi-materi kuliah saya di folder materi kuliah yang ada di dalam folder atika.  Folder atika ini ada di dalam folder mydocuments.  Folder ini berisi bermacam-macam data personal saya, file-file kuliah, organisasi, akademis, e-book, dan music favorit saya.  Data-data dalam folder saya kategorikan dmenjadi folder sesuai dengan jenis datanya. Untuk mencapai ke folder matakuliah memang membutuhkan waktu karena struktur folder yang dalam.  Oleh karena itu, saya membuat shortcut folder atika pada desktop untuk memudahkan saya apabila saya hendak menuju ke folder tertentu di folder atika.  Saya rasa cara ini cukup membantu saya dalam retrieval file.

Teknik lain yang saya gunakan untuk retrieval adalah mengelompokkan file dalam suatu folder sesuai jenis data atau mungkin tanggal modifikasinya.  Hal ini disesuaikan dengan pengelompokkan mana yang akan lebih mudah untuk memperoleh data yang diperlukan.

Beberapa kali saya menemui keadaan yang sulit dalam retrieval file.  Misalnya, saya hanya ingat nama filenya tetapi saya lupa di folder atau partisi mana saya menyimpannya.  Saya akan menggunakan opsi search untuk menemukan file tersebut.

Oleh : Atika Fauziyah